Standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UNBARA 2016

Standar SPMI UNBARA 2016 di rumuskan oleh Kepala Pusat Pengendali Mutu yang diketuai oleh : Nurhasanah, S.Pd., M.Pd. dan Tim LPM, dengan melalui pemeriksaan oleh Ketua LPM Unbara: Dr. Yetty Oktarina, S.Pd., M.Si. yang kemudian ditetapkan oleh Dr. Bambang Sulistyo, M.Pd. pada tanggal 27 April 2016.

A. Pengertian dan Ruang Lingkup SPMI UNBARA 

Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia diatur pada Pasal 52 UU No. 12 tahun 2013 tentang Pendidikan Tinggi yang selanjutnya dijabarkan dengan Permenristekdikti No 44 tahun 2015. Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan dan dilakukan melalui proses penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar pendidikan tinggi. 

Secara umum yang dimaksud dengan penjaminan mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga konsumen, produsen dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasan. Di level perguruan tinggi, penjaminan mutu adalah proses penetapan dan pemenuhan standar pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga stakeholders memperoleh kepuasan. 

Pasal 54 UU RI No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, menyatakan bahwa standar pendidikan tinggi terdiri diri, menyatakan bahwa pendidikan tinggi terdiri dari: 1) standar nasional pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh menteri atas usul badan yang bertugas menyusun  dan mengembangkan standar nasional pendidikan tinggi; dan 2) standar pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh setiap perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Perguruan tinggi memiliki keleluasaan mengatur pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Perguruan tinggi memiliki keleluasaan mengatur pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dengan mengacu pada peraturan yang ada.  

Perkembangan terkini tentang Standar Nasional Pendidikan diatur oleh Permenristekdikti No. 44 tahun 2015. Pada BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 1-4 telah menjabarkan Standar Nasional Pendidikan yang diperluas dengan Standar Nasional Penelitian dan Standar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat. Mengacu kepada Permenristekdikti No. 44 tahun 2015, Universitas Baturaja yang selanjutnya disingkat UNBARA menetapkan standar pendidikan tinggi untuk setiap satuan pendidikan. Pemilihan dan penetapan standar itu dilakukan dalam sejumlah aspek yang disebut butir-butir mutu. Standar mutu dibutuhkan oleh UNBARA dalam kaitan:

  1. Sebagai acuan dasar dalam rangka mewujudkan visi dan menjalankan misi UNBARA;
  2. Untuk memacu UNBARA agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan layanan yang bermutu dan sebagai perangkat untuk mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan tugas pokoknya; dan
  3. Tolak ukur kompetensi/kualitas minimum yang dituntut dari lulusan UNBARA, yang dapat diukur dan dapat diuraikan menjadi parameter dan indikator.

Standar mutu UNBARA dirumuskan dan ditetapkan dengan mengacu pada visi perguruan tinggi (secara deduktif) dan keburuhan stakeholders (secara induktif) yang dirumuskan secara spesifik dan terukur serta mengandung ABCD (Audience, Behavior, Competence, Degree). 

B. Komponen Standar Mutu UNBARA

Komponen yang menjadi jaminan mutu UNBARA ditetapkan sebagai Standar Mutu UNBARA. Standar mutu ditetapkan UNBARA dengan berpedoman pada UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN) Bab IX Pasal 35 dan Permenristekdikti No. 44 tahun 2015. Standar Mutu yang ditetapkan merupakan hasil mutu kumulatif dari semua kegiatan yang terencana, yang meliputi unsur masukan, proses dan keluaran dari sistem pendidikan.Standar mutu pada Sistem Penjaminan Mutu Internal UNBARA mencakup komponen-komponen yang mencerminkan tingkat efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan tinggi yang bermutu. Komponen yang tercakup dalam standar mutu menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal di UNBARA adalah:

  • Standar Nasional Pendidikan yang terdiri dari:
  1. Standar Visi
  2. Standar Misi
  3. Standar Tujuan
  4. Standar Statuta
  5. Standar Renstra
  6. Standar Kalender Akademik 
  7. Standar Penjaminan Mutu
  8. Standar Penjaminan Organisasi
  9. Standar Tata Pamong
  10. Standar Sistem Informasi
  11. Standar Kerjasama
  12. Standar Perjanjian Kerja
  13. Standar Waktu Kerja 
  14. Standar Kerja Lembur
  15. Standar Cuti
  16. Standar Penghargaan 
  17. Standar Jaminan Sosial 
  18. Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja 
  19. Standar Disiplin 
  20. Standar Perjalanan Dinas
  21. Standar Pemutusan Hubungan Kerja 
  22. Standar Penghasilan 
  23. Standar Busana Akademik
  24. Standar Busanan Akademik Mahasiswa
  25. Standar Purna Tugas
  26. Standar Kemahasiswaan
  27. Standar Unit Kegiatan Mahasiswa 
  28. Standar Keamanan Kampus
  29. Standar Pelaksanaan Pengenalan Kampus
  30. Standar Lulusan dan Kompetensi Lulusan
  31. Standar Alumni
  32. Standar Rekruitmen Mahasiswa Baru
  33. Standar Registrasi Mahasiswa
  34. Standar Pembimbing Akademik 
  35. Standar Etika Mahasiswa
  36. Standar Isi Pembelajaran
  37. Standar Penelusuran Alumni
  38. Standar Assesment
  39. Standar SAP dan Silabus
  40. Standar Proses Pembelajaran
  41. Standar Bahan Ajar
  42. Standar Praktik Kerja Lapangan / Magang
  43. Standar Suasana Akademik
  44. Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan
  45. Standar Rekrutmen Dosen
  46. Standar Manajemen Kinerja Dosen
  47. Standar Standar Studi Lanjut 
  48. Standar Pengembangan Kompetensi Dosen
  49. Standar Studi Lanjut
  50. Standar Pengembangan Kompetensi Didaktik Dosen
  51. Standar Rekrutmen Tenaga Kependidikan
  52. Standar Manajemen Kinerja Tenaga Kependidikan
  53. Standar Kualifikasi Tenaga Kependidikan
  54. Standar Pengembangan Kompetensi Tenaga Kependidikan 
  55. Standar Etika Dosen 
  56. Standar Kehadiran Dosen
  57. Standar Masa Percobaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan
  58. Standar Penilaian Prestasi Kerja Dosen
  59. Standar Mutasi, Promosi, dan Demosi
  60. Standar Beban Kerja Dosen
  61. Standar Penilaian Pembelajaran
  62. Standar Tugas Akhir
  63. Standar Soal
  64. Standar Validasi Soal
  65. Standar Sarana dan Prasarana Pembelajaran
  66. Standar Ruang Kuliah
  67. Standar Ruang Kerja Dosen
  68. Standar Ruang Tenaga Kependidikan 
  69. Standar Laboratorium 
  70. Standar Perpustakaan
  71. Standar Akses Internet
  72. Standar Kamar Mandi
  73. Standar Air Bersih
  74. Standar Parkir
  75. Standar Ruang Terbuka Hijau
  76. Standar Kantin
  77. Standar Tempat Duduk Mahasiswa
  78. Standar Tempat Ibadah
  79. Standar Ruang Kesehatan
  80. Standar Fasilitas Olahraga
  81. Standar Auditorium
  82. Standar Pengelolaan Pembelajaran
  83. Standar Pembiayaan Pembelajaran
  84. Standar Jurnal Mengajar
  • Standar Nasional Pendidikan yang tediri dari:
  1. Standar Hasil Penelitian
  2. Standar Isi Penelitian
  3. Standa Proses Penelitian
  4. Standar Penilaian Penelitian
  5. Standar Peneliti
  6. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian
  7. Standar Pengelolaan Penelitian
  8. Standar Pendanaan dan Pembiayaan Penelitian
  • Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat yang terdiri dari:
  1. Standar Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
  2. Standar Isi Pengabdian Kepada Masyarakat
  3. Standar Proses Pengabdian Kepada Masyarakat
  4. Standar Penilaian Pengabdian Kepada Masyarakat
  5. Standar Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat
  6. Standar Sarana dan Prasarana Pengabdian Kepada Masyarakat
  7. Standar Pengelolaan Pengabdian Kepada Masyarakat 
  8. Standar Pendanaan dan Pembiayaan Pengabdian Kepada Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *